Aku bukan bulan yang mengurungmu kedinginan
Aku hujan yang mengganti bajumu dengan pelukan
Apa yang kutulis tidak lebih dari kata-kata tanpa makna
Andai tidak tumpah di jantungmu, lalu kau denyutkan seluruh hurufnya
Andai matahari kauberitahu indahnya malam
Barangkali ia akan datang melihat kita dan mengira sepasang bintang
Ku ingin terbang tinggi lalu duduk di atas awan
Untuk memandang matahari tenggelam bersama lukaku
Lelahku selalu terus mencari namun tak satupun yang mampu menghiburku
mencintai membuat kita seperti seorang penjelajah
Yang pada waktunya akan pulang kembali ke rumah
Tanpa mendapatkan hasil apapun dan hampa
Embun mengetuk pelupuk mataku, menjadi butirbutir air yang menggantung
Dan kau ialah kepedihan yang menetes pada kesunyian
Jangan membuatku bahagia jika hanya menyiksa batinmu
Aku tak ingin tertawa di atas sebuah luka yang kau rasakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar